oleh

Acara Tepung Tawar Dan Upah-upah Diwilayah Binaan Turut Serta Dihadiri Personel Jajaran Kodim 0207/Simalungun

-Militer-82 views

Simalungun  |  Pelaksanaan Musyabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dan tepungtawar dibolehkan bagi umat Islam karena dipandang sebagai sarana syiar Alquran. Demikian juga dengan pelaksanaan tepungtawar, yang lazim dilaksanakan dalam kegiatan syukuran, terutama jelang melaksanakan ibadah haji. Seperti halnya yang dilakukan oleh Personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 05/Serbelawan jajaran Kodim 0207/Simalungun Serma Matnuh turun kewilayah binaan untuk turut serta menghadiri acara upah-upah dan tepung tawar kepada warga yang juara 1 MTQ di Maluku Utara Atas nama Muhamad Hamdi di mes PTPN  IV Perkebunan Dolok Ilir Kecamatan Perdagangan Kabupaten Simalungun, Selasa (26/10/2021).

Dalam hal ini pada pelaksanaan kegiatan menghadiri acara upah-upah dan tepung tawar kepada warga yang juara 1 MTQ di Maluku Utara Atas nama Muhamad Hamdi di mes PTPN  IV Perkebunan Dolok Ilir tersebut turut serta dihadiri oleh, Manejer PTPN IV Dolok Ilir Bapak Safrudin Manurung, Camat Dolok Batunanggar Bapak Susilo, Waka Polsek Serbalawan Bapak Iptu S. Tampubolon, Babinsah Serma Matnuh, Pangulu Dolok Tenera Bapak Suji dan Perwakilan kariyawan/Kariyawati PTPN  IV Perkebunan Dolok Ilir.

“Adat istiadat atau kebiasaan yang baik yang telah kukuh berakar dalam kehidupan masyarakat, sekalipun tidak bersumber dari wahyu dapat dijadikan dalil untuk menetapkan hukum Islam, pelaksanaan tepung tawar dan/atau upah-upah dan segala rangkaiannya, adalah salah satu adat istiadat (urf) hukumnya adalah boleh (mubah). Hal itu sepanjang dalam pelaksanaannya tidak bertentangan dengan syariat Islam, tepung tawar dan upah-upah ini sebagai amalan bid’ah atau yang tidak pernah dicontohkan Rasul maupun sahabatnya.

Berita Lainnya