oleh

Danramil 17/Datuk Bandar Berikan Jam Komandan Untuk Anggotanya Tentang Penekanan Penggunaan Medsos

-Militer-1 views

Tanjung Balai  |  Untuk selalu bijak dalam menggunakan Sosial Media, bahwa jangan terpengaruh dengan media sosial dimana adanya kasus-kasus yang muncul akibat berawal dari perkenalan lewat medsos dan sebagai Prajurit harus bertanggung jawab dimana bagi kita selaku prajurit TNI dilarang keras untuk membicarakan hal-hal yang berhubungan dengan Politik baik kepada keluarga maupun Kerabat apalagi di upload di medsos karena akan merugikan instansi dan diri sendiri,”Jelasnya Danramil 17/Datuk Bandar saat memberikan arahan dan Jam Komandan bagi anggotanya yang dilaksanakan bertempat di Aula Koramil 17/Datuk Bandar jalan M Husni Thamrin Lingkungan l Kelurahan Pahang Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjung Balai, Kamis (28/05/2020).

Lebih lanjut Kapten Inf Togar Lumban Raja menekankan, perkembangan teknologi dapat membuat seseorang menggenggam Dunia, “Oleh karena itu, hati-hati dan bijaklah dalam bermedia sosial, saring sebelum sharing ketika mendapat informasi yang sumbernya belum jelas, Terang Danramil.

“Kepada para Prajurit, PNS dan Persit (persatuan istri prajurit) dan Keluarga gunakan media sosial ke hal-hal positif saja, jangan terpancing dengan konten yang ada di media sosial. Mari kita manfaatkan media sosial dengan bijak yang dapat memberikan keuntungan bagi kita,” terangnya.

Penggunaan media sosial seperti Facebook, Instagram dan Twitter harus lebih bijak. Terlebih jangan asal memposting sesuatu menggunakan medsos. “Apa yang kita upload walaupun sudah dihapus itu tetap masih ada jejak digitalnya. Jadi sebaiknya kita harus lebih berhati-hati”, Terang Kapten Inf Togar Lumban Raja.

Ia menuturkan, medsos saat ini sangat mengubah peradaban dan tatanan dalam kehidupan sehari-hari, serta menimbulkan ketidakpedulian terhadap lingkungan. “Jadi kalau menggunakan medsos, kita harus pelajari dahulu jangan asal share. Belum dibaca langsung kita bagi-bagikan kemana-mana. Terutama menyangkut soal ujaran kebencian dan hoax”, tegasnya.