oleh

Pelda Heriadi Babinsa Koramil 01/Siantar Utara Hadiri Pembukaan Pelatihan Tenun/Ulos di LKP JJ KEJORA

-Militer-214 views

 

Pematang Siantar  |  Ulos atau sering juga disebut kain ulos adalah salah satu bahan busana asli khas Indonesia. Ulos secara turun temurun dikembangkan oleh masyarakat Batak, Sumatera utara. Dari bahasa asalnya, ulos berarti kain. Secara umum pembuatan kain ulos hampir serupa dengan cara membuat kain songket dari daerah palembang, yaitu menggunakan alat tenun bukan mesin.

Secara umum warna yang paling mendominasi pada ulos adalah merah, hitam, dan putih yang dihiasi oleh ragam tenunan dari benang emas atau perak serta manik-manik warna warni. Awalnya kain ulos diperkenalkan di dalam bentuk selendang atau sarung saja, namun jaman sekarang ini kerap digunakan pada perhelatan resmi atau upacara adat Batak, namun kini banyak dijumpai di dalam bentuk produk sovenir, sarung bantal, ikat pinggang, tas, pakaian, alas meja, dasi, dompet, dan gorden.

Tapi marilah sejenak mengenal bagaimana sebenarnya proses awal pembuatan kain ulos sampai menjadi kain yang sangat diminiati kini di pasar internasiol. Ternyata beginilah cara pembuatan kain ulos kata Babinsa Koramil 01/Siantar Utara kodim 0207/Simalungun  Pelda Heriadi menghadiri pembukaan pelatihan tenun/ulos yang di LKP JJ KEJORA Jln. Garuda Kelurahan Naga Pitu Kecamatan Siantar Martoba.Selasa (12/11/2019).

Pelda Heriadi mengungkapkan adapun caranya pembuatan ulos secara singkat, antara lain, Pembuatan benang, Proses pemintalan kapas sudah dikenal masyarakat batak dulu yang disebut “mamipis” dengan alat yang dinamai “sorha”. Sebelumnya hapas “dibebe” untuk mengembangkan dalam mempermudah pemintal membentuk keseragaman ukuran. Pewarnaan. Ulos itu terbuat dari benang, benang dipintal dari kapas. Benang awalnya berwarna putih, dan untuk mendapatkan warna merah disebut “manubar”, untuk mendapatkan warna hitam disebut “mansop”.

Mudah mudahan dengan adanya pelatihan ulos ini maka berguna bagi para warga untuk menambah pemasukan ekonomi masyarakat dan dapat menciptakan lapangan kerja ungkap babinsa.